11.9.13

Gaji Kecil

Pernahkan kau merasa gaji yang dibayarkan tiap bulan tidaklah sesuai dengan apa yang selama sebulan dikerjakan?

Kadang, sebagai manusia biasa, seringkali terlalu ingat menilai potensi diri tapi terlalu lupa untuk menilainya secara seimbang. Sesuai atau tidaknya gaji kadang bukan hanya diperhitungkan dengan menilai pendidikan, tapi juga nilai-nilai kebijaksanaan diri atau prestasi yang dihasilkan. Dan ego yang wajar ada sering menjadi penutup mata untuk melihat semua itu dari sisi yang adil. Akhirnya mengubah seseorang yang memiliki potensi tersembunyi yang besar, menjadi seorang penggerutu dan asal-asalan dalam bekerja.





Keindahan hidup, kebahagiaan lahir dan batin bukan terletak saat seseorang meraih gaji yang banyak. Ukuran kesuksesan pun bukan banyaknya jumlah uang yang ada dalam saldo bank. Karena harta sebanyak apapun, tak bisa mengukur kesuksesan yang penilaiannya diukur oleh hati nurani. Ada yang merasa sukses ketika cita-citanya memiliki rumah tercapai, namun yang lain bahkan belum merasa sukses setelah memiliki lusinan rumah. Maka satu-satunya jalan untuk bisa mencapai ukuran kesuksesan yang sesuai dengan diri sendiri, mulailah dengan memperbaiki cara pandang terhadap kehidupan.

Ketika merasa gaji terlalu kecil, cobalah berintropeksi diri. Mungkin ada sisi kebiasaan hidup yang memang seharusnya belum mampu dijalani, namun telah dipaksakan. Mungkin saja anda hidup lebih besar pasak daripada tiang. Hidup bermewah sementara pendapatan kurang.

Rezeki itu datangnya dari Tuhan. Ia yang mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan oleh hambaNya. Ia tahu saat yang tepat untuk memberi dan saat yang tepat untuk mencabut kembali. Tak ada yang bisa mengganggu gugat keputusan itu, tidak keluh kesahmu, tidak gerutumu, tidak juga karena sedihmu kecuali berusaha dan berdoa tiada henti.

Mari belajar menilai segalanya dari sisi positif. Mungkin inilah saatnya bagimu untuk belajar hidup sederhana, menikmati hal-hal kecil terlebih dahulu agar saat hal-hal besar diterima nanti maka akan selalu disertai dengan ucapan syukur dan mengingat siapa sebenarnya dibalik rezeki itu. Bukan tak mungkin juga, dengan lebih sederhana kelak akan bisa menjalani hidup yang jauh dari dosa karena kemewahan dan uang yang berlimpah bisa menjadi tunggangan setan yang bersembunyi di baliknya.

Hampir semua orang sukses selalu mensyukuri adanya saat-saat sulit dalam hidup mereka saat berusaha meraih kesuksesan. Mereka selalu menganggapnya bagian tersebut sebagai sebuah pelajaran hidup yang berharga dan tak tergantikan. Setiap mereka berbagi tentang kesuksesan, hal pertama yang disebutkan justru saat tersulitnya. Maka anggaplah saat ini, saat dimana gaji terasa kecil sebagai saatnya belajar melewati masa-masa sulit dengan bijaksana. Mengambil hikmahnya agar nanti saat sukses, bisa menyiapkan diri menjadi lebih matang untuk menikmati kesuksesan dengan bijaksana.

Solusi terbaik memang dengan mengubah kebiasaan hidup lebih sederhana. Tetaplah bersemangat untuk bekerja dan carilah peluang lebih besar agar bisa meningkatkan gaji sesuai keinginanmu dengan menyesuaikan dengan menilai diri secara seimbang. Tak mungkin berharap gaji manajer kalau potensi hanyalah staf biasa. Tapi itu bukan hal yang tak mungkin diraih karena belajar bisa mengembangkan diri seseorang. Bermimpi tak ada salahnya, tapi tak ada mimpi yang tercapai tanpa usaha dan kerja keras.

    Biasakanlah pula untuk hidup dengan rasa syukur. Kalau kita selalu bersyukur, kita akan selalu merasa cukup. Kalau merasa cukup, maka kita akan selalu menikmati setiap hal yang dicapai dengan perasaan bahagia. Bukankah pencapaian semua orang itu adalah kebahagiaan?


Dengan merasa cukup, akan banyak hal-hal negatif yang akan menjauh misalnya saja keinginan untuk korupsi.

    Setiap usaha akan selalu dihargai. Hanya saja, kadang-kadang perlu waktu untuk mendapat penghargaan tersebut. Jangan pernah menyerah, tetap berusaha dan terus berusaha. Jangan enghabiskan hidup dengan memiliki aura kemarahan terus menerus. Aura positif berupa kebahagiaan, perasaan ikhlas dan tanpa beban akan mendatangkan banyak sekali keuntungan yang terutama adalah kesehatan pribadi.

Hidup bukan tentang mencari kebahagiaan di ujung kehidupan, tapi bagaimana menikmati setiap proses untuk mencapainya. Susah atau senang, suka atau duka, semua adalah pelajaran hidup dan buku kehidupan yang menarik adalah buku yang memiliki beragam warna. Seseorang takkan mampu menghargai arti kebahagiaan, kalau ia tak tahu kesulitan.


*****

0 comments:

Post a Comment

Setiap komentar Anda sangat berarti sekali untuk Blog Efriaman Harefa agar bisa menjadi lebih baik kedepannya. Berkomentarlah dengan baik demi kenyamanan bersama.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel dan tulisan di Blog Saya ini.

Peringatan! Saya tidak pernah melarang untuk menggunakan pengguna Anonim namun setidaknya gunakanlah akun Anda atau minimal nama dan URL. No SARA, SPAM dan Sejenisnya !!